Jumat, 19 Februari 2010

INGATAN

Pengertian Ingatan
Setiap manusia memiliki ingatan, ingatan merupakan sesuatu yang khususnya dalam proses belajar ingatan mempunyai peranan yang sangat besar, dalam kegiatan belajar mengajar untuk itu perlu kita ketahui apa itu ingatan?.
Ingatan dalam bahasa Inggris disebut “memory” adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memperoduksi kesan-kesan. (H. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, Hlm: 70). Menurut Sumardi Suryabrata (Psikologi Pendidikan Hlm” 44) ingatan yakni kecakapan untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Sedangkan ingatan menurut Slameto (Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Hlm:113) adalah penarikan kembali informasi yang pernah dialami sebelumnya.
Dalam kamus ilmiah popular ingatan adlaah suatu kemampuan jiwa menghubung-hubungkan pengalaman yang telah lampau dengan pengalaman yang sekarang, jadi pengalaman yang telah melekat didalam jiwa seseorang di produksi di dalam masa sekarang.
Kartini Kartono sebagaimana dikutip Suprayetno W (Diktat Psikologi Belajar Hlm:19) menyatakan bahwa ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, memproduksi kembali isi kesadaran.
Dari beberapa defenisi di atas, dapat dikatakan mengandung arti yang tidak jauh beda yakni menerima, menyimpan dan memproduksi. Jadi ingatan adalah suatu pengalaman yang pernah/ sudah terjadi sebelumnya kemudian dalam situasi tertentu ia muncul dengan adanya alas an-alasan tertentu yang menarik ia keluar sehingga direproduksi kemabli.
Ingatan sangat penting dalam kehidupan manusia karena ia berfungsi sebagai pelengkap dalam berfikir kerena pemikir-pemikir yang baik adalah orang-orang yang telah belajar untuk mengingat kembali pengalaman-pengalamannya. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia berarti adanya suatu indikasi bahwa manusia mampu menerima menyimpan dan memunculkan kembali dari sesuatu yang pernah dialaminya.
B. Fungsi dan Sifat Ingatan
Ingatan mempunyai-fungsi-fungsi yang membantu manusia seseorang khususnya siswa dalam proses pembelajaran. Secara teori dapat dibedakan adanya tiga aspek dalam berfungsinya ingatan sebagai berikut:
1. Mencamkan yaitu menemukan kesan-kesan
Mencamkan terbagi kepada dua bagian yaitu mencamkan secara sengaja dan mencamkan secara tidak sengaja.
2. Menyimpan kesan-kesan ingatan berhubungan dengan emosi seseorang akan mengingat sesuatu yang lebih baik, apabila peristiwa-peristiwa itu menyentuh perasaan-perasaan sedang kejadian yang tidak menyentuh emosi akan di abaikan, dari sinilah kesan-kesan itu disimpan di otak seseorang siswa apabila ia sangat suka dengan satu mata pelajaran, maka ingatan pada mata pelajaran tersebut sangatlah kuat dan memungkinkan dapat disimpan lama.
3. Memproduksi kesan-kesan, yaitu pengaktifan kembali hal-hal yang dicamkan, dalam reproduksi ini ada 2 bentuk, yaitu:
a. Mengingat kembali, misalnya minggu lalu siswa-siswadiberikan materi tata tertib wudhu’ dan hari ini anak/ siswa ditanya hal yang sama, maka siswa akan mengingat kembali materi minggu lalu.
b. Mengenal kembali, misalnya siswa kehilangan sebuah pulpen lalu di perlihatkanlah sebuah pulpen, maka siswa akan mencocokkan kesan yang telah tersimpan dengan sebuah pulpen yang diperlihatkan di depannya.
Dalm buku (Psikologi Pendidikan : Abu Ahmadi, Hlm: 70-71) Ada beberapa sifat-sifat ingatan yaitu:
1. Ingatan yang cepat dan mudah yaitu seseorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan, misalnya ada siswa yang dengan cepat dapat mengingat pelajaran sementara ada siswa yang lambat mengingat pelajaran meskipun sudah dilakukan pengulangan.
2. Ingatan yang luas ; sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan-kesan dan dalam daerah yang luas.
3. Ingatan yang teguh : kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah.
4. Ingatan yang setia : kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah.
5. Ingatan mengabdi fan patuh: bahwa ingatan yang pernah dicamkan dapat dengan mudah di reproduksikan secara lancer.
Jadi ingatan seseorang tidaklah sama antara satu sama lain, selain itu da beberapa factor yang dapat mempengaruhi ingatan, yaitu:
1. Sifat yang dimiliki seseorang
2. Keadaan disekitar kita baik jasmani, rohani serta lingkungan.
3. Keadaan jiwa karena apabila jiwa kita terganggu maka ingatan kita akan terpengaruh.
4. Umur, semakin bertambah umur maka ingatan akan semakin lemah.
Disamping itu ingatan dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Daya ingatan mekanis yakni ingatan itu hanya untuk kesan-kesan penginderaan.
2. Daya ingatan logis yakni hanya untuk kesan-kesan yang mengandung pengertian
C. Prinsip-prinsip Ingatan
Adapun prinsip yang terkandung dalam ingatan adalah:
1. Belajar artinya belajar lebih mudah terjadi dan lebih lama di ingat daripada menghafal.
2. Belajar menghubungkan atau merangkaikan dua objek atau peristiwa.
3. Belajar mempengaruhi oleh frekwensi perjumpaan dengan rangsangan dan tanggapan yang sama yang dibuat dalam pelajaran.
4. Belajar tergantung pada akibat yang ditampakkannya, ini berate bahwa pelajaran yang memberi kesan, menyengakan, menarik, bermanfaat memperkaya pengetahuan lebih efisien dan tersimpan lebih lama.
5. Belajar sebagai suatu kebutuhan yang dapat diukur, tidak hanya tergantung pada proses bagaimana belajar itu terjadi tetapi juga pada cara penilaiannya, ini berarti apapun yang dianggap telah dipelajari oleh seseorang ia akan hanya dapat menunjukkan penguasaannya atas sebagain pada macam pertanyaan atau situasi yang diciptakan untuk menunjukkan penguasaan tersebut.
D. Mingingkatkan Kemampuan Ingatan
Secara umum usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan ingatan harus memenuhi tiga kerentuan, yaitu:
1. Proses ingatan bukanlah suatu usaha yang mudah, perlu diperhatikan mekanisme pengulangan. Seseorang dikatakan belajar dari pengalaman karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya dimasa lalu untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Menurut Alkitson ada tida jenis proses mengingat yaitu:
a. Recall mengingat informasi tanpa menggunakan petunjuk
b. Recognition mengingat informasi dengan menggunakan petunjuk
c. Redintegratif mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi
2. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain artiyna tidak hanya berpatokan pada satu bahan akan tetapi sudah ada hal-hal lain yang sudah dikenal sebelumnya.
3. Proses ingatan memerlukan organisasi, salah satu pengorganisasian informasi yang terkenal adalah menomik.
Apabila usaha-usaha ini sudah dilakukan maka lambat laun kamampuan mengingat akan bertambah.
E. Ingatan dalam Proses Belajar Mengajar
Ingatan individu sangat berkaitan erat dengan hasil belajar yang dapat dicapai, maka pendidikan hendaknya memperhatikan kemungkinan-kemungkinan serta kondisi ingatan anak. Dalam psikologi pendidikan ingatan berperan membantu atau mendukung seseorang anak dlam belajar sebagaimana fungsi ingtan yaitu menerima, menyimpan dan memproduksikannya. Ingatan yang lemah akan mempengaruhi kondisi belajar siswa. Untuk itu pendidikan harus mengetahui dan mengamalkan pengetahuan yang dihasilkan oleh penlitian-penelitian tentang ingatan guna meningkatkan kreativitas siswa sehingga tujuan pendidikan tercapai.
Dalam proses belajar mengajar, para siswa membutuhkan ingatan yang kuat untuk menyerap serta menghafal pelajaran-pelajaran, dengan adanya ingatan yang kuat siswa dengan akan mudah menerima dan menyimpan serta menarik kembali ketika ada stimulus, namun ingatan seseorang tidaklah sama begitu juga dengan ingatan siswa, sehubungan dengan adanya perbedaan ingatan maka dalam mengajar guru hendaknya memperhatikan hal-hal tersebut terutama guru harus memperhatikan segi kelemahannya.
a. Jangan terlalu cepat dalam menerangkan pelajaran
b. Jangan terlalu banyak bahan yang diajarkan
c. Pengulangan bahan pelajaran
d. Mengusahakan dalam mengajar guru member kesempatan penggunaan alat indra yang sebaik-baiknya, sehingga hasil pengamatan itu mendekati kenyataan serta member kesan yang baik dan siswa memperoleh tanggapan yang jelasnya.
e. Melatih siswa untuk menggunakan cara-cara yang baik dalam menghafal yang intinya member kemudahan bagi siswa dalam menghafal.
Selain itu juga, ingatan itu bersifat individual, sehingga siswa yang kuat ingatan maka ia akan tampak menonjul dalam proses belajar mengajar. Keadaan jasmani yang kurang sehat juga dapat mempengaruhi prestasi ingatan dalam mengingat pelajaran. Oleh karena itu guru harus sering mengadakan pengulangan, ingatan yang paling tajam pada diri manusia adalah masa kanak-kanak yaitu sekitar usia 10-14 tahun.
Adapun metode yang bias digunakan guru untuk mengatasi perbedaan siswa dalam menghafal adlaah sebgai berikut:
a. Metode G (ganslern) atau metode K (Keseluruhan) : metode belajar secara keseluruhan, metode ini untuk menghafal yang jumlah kata-katanya tidak terlalu banyak seperti pantu.
b. Metode T (Teillern) atau metode B (Bagian-bagian) yaitu metode belajar bagian demi bagian, ini digunakan untuk menghafal bahan-bahan yang banyak dan dihafal sedikit demi sedikit.
c. Metode V (vernittelende) atau metode C (campuran) yaitu metode pengantara yakni ada hafal bagian demi bagian dan ada secara keseluruhan melalui metode-metode ini diharapkan siswa-siswa mampu atau dengan cepat menghafal pelajaran karena makin sering materi dihafal dan dipelajari, waktu untuk menghafal dan mempelajari makin pendek maka makin banyak materi yang dapat di ingat, jadi ingatan sanat berperan penting dalam proses belajar mengajar.

Referensi
h. Abu Ahmadi Psikologi Umum, (Rineka Cipta:, Jakarta, 2003)
Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (PT Raja Grapindo Persada: Jakarta, 2001)
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Rineka Cipta: Jakarta, 1991)
Nur Halif Khazin, Kamus Ilmiah Populer, (Karya ilmu: Surabaya, tt)
Suprayetno, Diktat Psikologi Belajar, (IAIN-SU; Medan, tt)
Abu Ahmadi, Widodo Supriono, Psikologi Belajar, (PT. Rineka Cipta: Jakarta, 1991)
Nefi Darmayanti, Diktat Psikologi Belajar, (Medan: TP, 2005)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar